{"id":83,"date":"2025-03-24T07:06:45","date_gmt":"2025-03-24T07:06:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/?p=83"},"modified":"2025-03-26T04:25:07","modified_gmt":"2025-03-26T04:25:07","slug":"1-contoh-artikel-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/2025\/03\/24\/1-contoh-artikel-pendidikan\/","title":{"rendered":"Contoh Artikel Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1446\" height=\"868\" src=\"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/cropped-20211201093328_WhatsApp_Image_2021-12-01_at_09.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-66\" srcset=\"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/cropped-20211201093328_WhatsApp_Image_2021-12-01_at_09.jpg 1446w, https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/cropped-20211201093328_WhatsApp_Image_2021-12-01_at_09-300x180.jpg 300w, https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/cropped-20211201093328_WhatsApp_Image_2021-12-01_at_09-1024x615.jpg 1024w, https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/cropped-20211201093328_WhatsApp_Image_2021-12-01_at_09-768x461.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1446px) 100vw, 1446px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Mengenal Jenis-jenis Teks Bahasa Inggris Beserta Struktur &amp; Contohnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Intan Aulia Husnunnisa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"my-justify-class\"><em>Reading&nbsp;<\/em>merupakan salah satu aspek yang dinilai dalam tes kemahiran bahasa Inggris seperti pada TOEFL atau pun IELTS.&nbsp;<em>Nah<\/em>, kalau berbicara tentang&nbsp;<em>reading&nbsp;<\/em>pasti tak lepas dari yang namanya kalimat dan teks bahasa Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada umumnya, macam-macam teks yang akan kamu pelajari di artikel ini nggak jauh berbeda dengan jenis teks dalam bahasa Indonesia. Masing-masing teks tersebut memiliki tujuan\/fungsi sosial masing-masing. Jadi,&nbsp;<em>yuk<\/em>&nbsp;kita cari tahu definisi, fungsi, struktur, dan contoh paragraf dari setiap teks-nya!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengertian Teks<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Teks adalah sebuah tulisan yang disusun dengan kalimat yang memiliki konteks. Kalau dalam teori sastra, teks adalah segala benda yang dapat \u201cdibaca\u201d, baik benda tersebut berupa karya sastra, tanda jalan, atau gaya pakaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, dalam hal ini, cakupannya hanya akan seputar \u201ctulisan\u201d saja ya,&nbsp;<em>guys<\/em>. Maka dari itu, setiap teks bahasa Inggris memiliki struktur dan kaidah kebahasaan (language feature) dalam penulisannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jenis-jenis Teks Bahasa Inggris<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Descriptive Text&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Descriptive text<\/em>&nbsp;bertujuan untuk menggambarkan\/menjelaskan kepada pembaca mengenai seseorang, tempat, benda, hewan, dan hal lainnya secara detail. Pada teks ini, suatu objek akan dipaparkan secara rinci. Fungsinya supaya pembaca bisa membayangkan bagaimana bentuk, suasana, atau wujud dari suatu objek. Struktur dari&nbsp;<em>descriptive text&nbsp;<\/em>adalah&nbsp;<em>identification&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>description<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Explanation Text<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya,&nbsp;<em>descriptive<\/em>&nbsp;<em>text<\/em>&nbsp;itu berisi mengenai penjelasan yang menjawab pertanyaan \u201cwhat\u201d atau \u201capa\u201d.&nbsp;<em>Nah<\/em>, sementara,&nbsp;<em>explanation text&nbsp;<\/em>adalah jenis teks untuk menjawab pertanyaan \u201chow\u201d, alias bagaimana. Jadi, teks eksplanasi berfungsi untuk menjelaskan bagaimana suatu hal bisa terjadi, sifatnya logis dan mendetail.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya&nbsp;<em>explanation text<\/em>&nbsp;digunakan banyak orang untuk memaparkan fenomena alam, sosial, dan juga budaya. Supaya pembaca bisa semakin mudah untuk memahami isi teks, biasanya sang penulis akan melengkapi teks dengan gambar yang relevan. Struktur dari&nbsp;<em>explanation text&nbsp;<\/em>adalah&nbsp;<em>general statement, explanation<\/em>, dan ada juga yang menambahkannya dengan&nbsp;<em>conclusion<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Recount Text&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kamu hobi mengabadikan pengalaman melalui tulisan?&nbsp;<em>Nah<\/em>, berarti&nbsp;<em>recount text&nbsp;<\/em>bisa jadi salah satu teks yang cocok untuk kamu tulis. Jadi,&nbsp;<em>recount&nbsp;<\/em>adalah teks yang menjelaskan cerita\/pengalaman dari kejadian lampau, misal cerita&nbsp;<em>traveling<\/em>, mengikuti lomba, dan lain-lain.&nbsp; Struktur teks recount adalah&nbsp;<em>orientation, series of event,&nbsp;<\/em>kemudian diakhiri dengan&nbsp;<em>reorientation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Narrative Text (Teks Naratif)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Apakah kamu sering mendengarkan kisah Cinderella dan sepatu kacanya?&nbsp;<em>Yap!&nbsp;<\/em>Itu merupakan salah satu contoh dari&nbsp;<em>narrative text&nbsp;<\/em>atau narasi yang bersifat fiktif dan menghibur.&nbsp;<em>Narrative text<\/em>&nbsp;merupakan sebuah teks yang biasa dijadikan sebagai bahan&nbsp;<em>story telling<\/em>&nbsp;atau dongeng bahasa Indonesia mau pun bahasa Inggris. Generic structure dari&nbsp;<em>narrative text&nbsp;<\/em>adalah&nbsp;<em>orientation, complication, resolution<\/em>, dan yang terakhir&nbsp;<em>reorientation<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Report Text<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau membaca kata \u201creport\u201d, biasanya kita akan langsung teringat dengan \u201claporan\u201d.&nbsp;<em>Yap,&nbsp;<\/em>teks ini digunakan untuk menuliskan laporan\/informasi dari suatu objek, atau bisa juga dari hasil penelitian.&nbsp;<em>Hmm<\/em>, apa bedanya dengan descriptive text?<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau tujuan dari teks deskripsi itu menceritakan sesuatu secara detail dan lebih spesifik.&nbsp;<em>Nah<\/em>, dalam&nbsp;<em>report text<\/em>, sebuah objek akan digambarkan secara umum. Contohnya adalah mengenai \u201cMy Cat\u201d, lalu kamu menuliskan bagaimana warna kucing itu, siapa namanya, apa jenisnya, bagaimana ciri-cirinya,&nbsp;<em>etc<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Teks report akan memberikan deskripsi terhadap \u201cCat\u201d pada umumnya. Misal kakinya ada berapa, bagian tubuhnya ada apa saja,&nbsp;<em>and many more<\/em>. Dalam teks ini,&nbsp;<em>generic structure<\/em>&nbsp;yang akan kamu temukan adalah&nbsp;&nbsp;<em>general classification&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>description.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun jenis teks bahasa Inggris-nya cukup banyak, kamu nggak perlu galau. Soalnya, English Academy kan sudah memberikan penjelasan masing-masing jenis teks yang populer pada artikel terpisah. Jadi, kamu bisa belajar dengan lebih detail melalui artikel tersebut. Semangat!<\/p>\n\n\n\n<p>(Sumber: https:\/\/www.english-academy.id\/blog\/teks-bahasa-inggris)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal Jenis-jenis Teks Bahasa Inggris Beserta Struktur &amp; Contohnya Oleh: Intan Aulia Husnunnisa Reading&nbsp;merupakan salah satu aspek yang dinilai dalam tes kemahiran bahasa Inggris seperti pada TOEFL atau pun IELTS.&nbsp;Nah, kalau berbicara tentang&nbsp;reading&nbsp;pasti tak lepas dari yang namanya kalimat dan teks bahasa Inggris. Pada umumnya, macam-macam teks yang akan kamu pelajari di artikel ini nggak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-83","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":346,"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions\/346"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn4banjarnegara.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}