Sejarah

SEJARAH SINGKAT MTsN 4 BANJARNEGARA

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Banjarnegara merupakan peralihan (metamorpose) dari Madrasah Tsanawiyah GUPPI Lengkong Rakit yang dididirkan pada tanggal 15 Desember 1970, dengan status Persiapan Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (PMTs AIN). Namun demikian karena adanya tarik ulur pendapat dari beberapa tokoh masyarakat, PMTs AIN ini hanya berlangsung 3 tahun dan kemudian berubah nama menjadi MTs Lengkong. Perkembangan selanjutnya karena adanya beberapa kendala dalam pengelolaannya, nama MTs Lengkong inipun tidak berlangsung lama, karena kemudian dengan pertimbangan berbagai hal, pada tahun 1977 pengelolaan madrasah ini diserahkan kepada DPD II GUPPI (Gabungan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam) Kabupaten Banjarnegara dibawah pembinaan GOLKAR. 

Dalam perjalanannya MTs GUPPI ini mengalami pasang surut kuantitas siswa, sampai kemudian pada awal tahun sembilan puluhan baru ada peningkatan cukup baik. Bersamaan dengan ini ada usaha untuk penegerian madrasah. Kemudian dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama Nomor: 515A Tahun 1995 Tgl 25 November 1995 tentang pembukaan dan penegerian beberapa madrasah, MTs GUPPI Lengkong ini beralih nama menjadi MTs Negeri Rakit. Seiring perkembangan kebijakan yang ada, kemudian diterbitkan KMA Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Lampiran I dan II yang semula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Rakit, menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Rakit Banjarnegara. 

Pada awal penegeriannya, MTs Negeri 2 Rakit ini dibidani Bapak H. Djudi, S.Ag.  yang selanjutnya ditetapkan menjadi kepala madrasah periode 1996-2001, masih menempati gedung lama MTs GUPPI di tengah penduduk yang hanya terdiri dari beberapa ruang kelas dan kantor guru merangkap ruang Tata Usaha. Pada era kepempinan Bapak Drs. H Mahmuroji, M.Pd. (2001-2006) dilakukan langkah ekspansi bersama pemerintah dengan mengadakan pembelian tanah, dilanjutkan dengan tukar guling tanah desa setempat untuk pengembangan madrasah. Seiring tersedianya tanah, pemerintah mulai memberikan bantuan Ruang Kelas Belajar (RKB) sebanyak 3 ruang, sementara ruang Kepala Madrasah dan Tata Usaha masih sangat sederhana.

Selanjutnya pada era kepemimpinan Bapak Drs. Abdul Haq, periode 2006–2007, MTs Negeri 2 Rakit Banjarnegara mengalami perkembangan dengan mulai melakukan pendirian 3 unit gedung baru yang merupakan cikal bakal MTs Negeri 2 Rakit Banjarnegara, yang kemudian diiringi dengan perkembangan dan pertumbuhan jumlah siswa. Selanjutnya pada saat kepemimpinan Bapak Drs. Imam Pratomo periode 2007-2010 walau terjadi stagnasi jumlah siswa yang masuk, namun ada kenaikan prestasi dan pemeliharaan sarana madrasah yang sudah ada, disamping membangun tata kelola madrasah dari dalam. Pada periode 2010-2012 pada era kepemimpinan Bapak Mimbar Marta, M.Pd. dengan kebijakan Kementerian Agama dalam pengembangan madrasah, pertumbuhan siswa mengalami perkembangan yang signifikan dan diiringi pula dengan banyaknya bantuan gedung dan sarana prasarana dari Kementerian Agama saat itu.

Perkembangan MTs Negeri 2 Rakit selanjutnya lebih kepada penataan sumber daya manusia, peningkatan kedisiplinan guru dan karyawan, serta peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini nampak pada kepemimpinan Bapak Prihantoro Achmad, S.Pd. yang menjabat selama 6 bulan pada tahun 2012. Kepemimpinan berikutnya adalah Bapak Ahmad Taukhid, M.Pd.I (2012-2016). Beberapa pendekatan terus dicoba  dalam mengambil kebijakan yang dirasa sesuai kultur masyarakat, utamanya pada kegiatan bidang keagamaan dengan safari pengajian di beberapa titik wilayah jangkauan siswa madrasah, disamping pengembangan pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta peningkatan kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan kegiatan keagamaan baik shalat dhuha maupun tadarus Al-Qur’an sebelum kegiatan pembelajaran.

Sepeninggal Bapak Ahmad Taukhid, kepemimpinan madrasah diemban oleh Bapak Joko Supriyanto, S.Pd., M.Pd. Pada awal kepemimpinannya ada perubahan nama madrasah, yaitu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor. 810 Tahun 2017 Tanggal 3 Oktober 2017, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Rakit mengalami perubahan nama menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Banjarnegara. Selain itu, disamping ada upaya untuk mengembangkan madrasah dari sisi sarana seperti ruang loby, namun juga mengubah suasana dari sisi humanis melalui salam sapa dan senyum dari bapak dan ibu guru kepada siswa di pintu gerbang madrasah, dan untuk lebih meningkatkan ketertiban pembiasaan keagamaan, dengan kordinasi pembimbing keagamaan bersama guru PAI, shalat dhuhur berjamaah diatur dengan jadwal muadzin, imam dan kultum. Untuk muadzin dan kultum setelah jamaah dzuhur dilakukan oleh siswa, adapun imam tetap dari guru. Disamping itu mengingat banyaknya siswa baru yang belum mampu membaca Al-Qur’an, kemudian diadakanlah program bimbingan individual belajar membaca Al-Qur’an untuk siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

Pada awal Tahun 2018 Kepemimpinan dijabat oleh Bapak Drs.Muchonif (2018-2019). Situasi dan kondisi madrasah dari sisi sarana prasarana agak berbeda karena dengan bertambahnya bangunan halaman madrasah bagian luar pagar sehingga kelihatan luas. bisa untuk parkir mobil dan memudahkan untuk putar balik kendaraan wali siswa yg mengantar putera puterinya, juga ada penambahan 2 lokal ruang laboratorium di lantai dua gedung bagian barat. Sementara itu kegiatan pembelajaran dan pembiasaan keagamaan terus dipertahankan dengan peningkatan peranserta bapak ibu guru dan karyawan. Pada kelulusan tahun pelajaran 2018/2019 MTs Negeri 4 Banjarnegara memperoleh peringkat 3 niali rata-rata tertinggi MTs sekabupaten.

Dengan dialihtugaskannya Bapak Drs. Muchonif ke MTs Negeri 1 Temanggung pada tanggal 17 Oktober 2019, kekosongan jabatan kepala diisi oleh Plt. Bapak Drs. Yatiman, M.Pd. Di waktu kepemimpinan beliau tata kelola madarasah terus ditingkatkan termasuk pengembangan bangunan jalur penghubung antar gedung yang memudahkan pergerakan guru dan siswa tanpa harus takut kehujanan ketika musim hujan. Kemudian sejak tanggal 1 September 2021 MTs Negeri 4 Banjarnegara dipimpin oleh Bapak Sidik Wibowo Akhmad, S.Pd. Pada masa kepemimpinannya manajemen SDM dan prestasi siswa menjadi prioritas. Membangun tim yang solid dan diklat guru serta siswa di tingkat internal sering diadakan, MOU dengan lembaga pendidikan non formal diintensifkan, seperti dengan pondok pesantren sekitar dan Lembaga pendidikan bahasa asing. Branding madrasah dibangun dengan slogan MEMBARA (Menuju Madrasah Berakhlak Mulia dan Juara) yang juga merupakan singkatan dari (MTs Empat Banjarnegara), dalam bentuk fisik branding tersebut diwujudkan dengan papan nama yang nampak jelas di depan madrasah. Keikutsertaan siswa dalam lomba on line di masa covid dan off line setelahnya terus dimaksimalkan, hasilnya banyak memperoleh pala, medali, dan piagam dari lomba-lomba yang diikuti, seperti juara 1 pada bidang matematika dan IPS, serta menjadi juara 3 MTs sekabupaten dengan perolehan prestasi terbanyak.

Kemudian juga ada program baru yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu membuka kelas tahfidz dan kelas olahraga, namun yang mampu bertahan adalah kelas tahfidz. Untuk menambah nuansa religi, di pagi hari sebelum shalat dhuha dan KBM, dilantunkan murottal atau tilawah Qur’an, dan setelah tadarus, tahfidz, serta al-Asmaa al-Husna disampaikan pidato 3 bahasa (tiap hari 1 bahasa). Lieterasi membaca ditingkatkan dengan mengadakan pojok baca di tiap kelas. Pada pertengahan masa kepemimpinan beliau MTs Negeri 4 Banjarnegara menerima hibah armada mobil elf dari Kanwil Kemenag Jateng yang digunakan untuk transportasi siswa wilayah tidak ada transportasi umum. Selanjutnya pada masa akhir kepemimpinannya ada salah satu siswa dari mitra pesantren yang disamping juara tilawah di tingkat kabupaten, juara OBA (Olimpiada Bahasa Arab) terbaik 6 tingkat propinsi, juga lulus tes masuk MAN-PK Surakarta. Selain itu juga dilaksanakan rehab masjid madrasah mengingat bangunan atapnya yang sudah sangat menghawatirkan dari segi keamanannya.